Browser Hijacking adalah: Arti, Jenis, dan Pencegahannya


Dalam era di mana kita semakin terhubung secara digital, menjelajah internet menjadi kegiatan sehari-hari yang tak terpisahkan. Namun, dengan kecanggihan teknologi, muncul pula ancaman baru, salah satunya adalah browser hijacking. Artikel ini akan membahas secara rinci tentang apa itu browser hijacking, bagaimana cara kerjanya, tanda-tanda yang perlu diwaspadai, dan yang tak kalah penting, bagaimana kita bisa melindungi diri dari ancaman ini.

Definisi/Pengertian Browser Hijacking

Browser hijacking dapat dianggap sebagai invasi digital yang merampas kendali atas browser internet pengguna tanpa izin mereka. Penyerang menggunakan berbagai teknik untuk memodifikasi pengaturan browser, mengarahkan lalu lintas internet, atau mengganti halaman beranda dan mesin pencari default tanpa pengetahuan atau persetujuan pengguna.

Baca juga: Angler Exploit Kit adalah: Arti, Cara Kerja, Pencegahan

Cara Kerja Browser Hijacking

Ekstensi atau Add-ons yang Berbahaya

  • Penyerang menciptakan ekstensi atau add-ons palsu yang tampaknya berguna atau menarik.
  • Setelah diinstal, ekstensi tersebut dapat mengubah pengaturan browser, seperti halaman beranda, mesin pencari default, atau menambahkan bookmark yang tidak diinginkan.
  • Beberapa ekstensi juga dapat mengumpulkan data pengguna tanpa izin mereka.

Software Berbahaya

  • Malware atau perangkat lunak berbahaya dapat menyusup ke sistem pengguna dan secara otomatis mengubah pengaturan browser.
  • Ini bisa mencakup mengganti halaman beranda dengan yang tidak diinginkan atau mengarahkan pencarian ke mesin pencari yang dikendalikan oleh penyerang.

Phishing

  • Penyerang dapat menggunakan teknik phishing untuk mendapatkan informasi login pengguna.
  • Setelah mendapatkan akses ke akun, mereka dapat mengubah pengaturan browser, termasuk menyisipkan skrip atau mengarahkan lalu lintas web.

Pemalsuan Program Instalasi

  • Beberapa program yang sah dapat menyertakan opsi instalasi yang secara otomatis mengubah pengaturan browser jika pengguna tidak memperhatikan selama proses instalasi.
  • Ini bisa termasuk mengubah halaman beranda atau menginstal ekstensi tambahan.

Exploit Vulnerabilitas

  • Penyerang dapat mencari dan memanfaatkan kerentanan keamanan dalam browser atau sistem operasi untuk memasang perangkat lunak berbahaya.
  • Setelah berhasil, mereka dapat mengontrol pengaturan browser sesuai keinginan mereka.

Redirections dan Popup Iklan

  • Pengguna mungkin diarahkan ke situs-situs yang tidak diinginkan atau berbahaya melalui teknik redirection.
  • Popup iklan yang bersifat mengganggu dapat muncul dan meminta pengguna untuk menginstal perangkat lunak tertentu, yang sebenarnya adalah alat browser hijacking.

Pemalsuan Situs Web

  • Penyerang menciptakan situs web palsu yang meniru situs resmi untuk membingungkan pengguna.
  • Pengguna dapat diarahkan ke situs ini dan diberitahu untuk menginstal ekstensi atau perangkat lunak tertentu yang sebenarnya berbahaya.

Jenis Browser Hijacking

Jenis Browser Hijacking

1. Homepage Hijacking

Pada jenis ini, penyerang mengubah pengaturan beranda browser tanpa izin pengguna. Sebagai contoh, saat pengguna membuka browser, mereka tidak lagi diarahkan ke beranda yang biasa mereka gunakan, melainkan ke situs yang telah ditentukan oleh penyerang. Hal ini dapat merugikan pengalaman pengguna dan mempromosikan situs yang mungkin berbahaya.

2. Search Engine Hijacking

Dalam serangan ini, penyerang mengganti mesin pencari default pada browser dengan yang dikendalikan oleh mereka. Hasil pencarian dapat dimanipulasi untuk menampilkan link yang mengarahkan ke situs berbahaya atau mengandung malware. Hal ini tidak hanya mengubah preferensi pencarian pengguna tetapi juga dapat membahayakan keamanan komputer mereka.

3. Toolbar Hijacking

Penyerang menciptakan atau mengganti toolbar pada browser dengan yang tidak diinginkan. Toolbar ini mungkin sulit dihapus dan seringkali disertai dengan fungsi yang merugikan, seperti mengumpulkan data pengguna atau menampilkan iklan yang mengganggu.

4. New Tab Hijacking

Jenis ini melibatkan pengalihan pengguna ke situs yang tidak diinginkan atau halaman dengan iklan setiap kali mereka membuka tab baru. Ini dapat mengganggu aktivitas browsing dan mengarahkan pengguna ke situs yang mungkin mencoba menghasilkan keuntungan melalui iklan atau skema periklanan lainnya.

5. Extension Hijacking

Serangan ini melibatkan perubahan atau penggantian ekstensi atau add-ons browser dengan versi yang tidak diinginkan. Ekstensi ini mungkin digunakan untuk mengumpulkan data pengguna atau mengubah perilaku browser sesuai keinginan penyerang.

6. DNS Hijacking

Pada tingkat yang lebih teknis, penyerang dapat mengubah pengaturan DNS untuk mengarahkan lalu lintas internet ke situs-situs palsu atau berbahaya. Ini dapat digunakan untuk melakukan serangan phishing atau mengarahkan pengguna ke situs yang dapat merusak keamanan mereka.

7. Popup Hijacking

Munculnya popup iklan yang sulit ditutup atau popup yang mengarahkan pengguna ke situs-situs yang merugikan merupakan bentuk browser hijacking yang mengganggu pengalaman pengguna. Hal ini dapat merusak kepercayaan pengguna terhadap keamanan dan integritas browser mereka.

8. Session Hijacking

Penyerang dapat mencoba mengambil alih sesi browsing pengguna dengan mencuri cookie atau informasi login. Ini memberi mereka akses tanpa izin ke akun pengguna dan dapat disalahgunakan untuk kegiatan berbahaya.

9. Clickjacking

Teknik ini menipu pengguna untuk mengklik pada elemen yang sebenarnya tersembunyi atau tidak terlihat. Hal ini dapat digunakan untuk mengarahkan klik ke situs berbahaya atau melakukan tindakan yang tidak diinginkan oleh pengguna.

10. Ransomware Hijacking

Beberapa jenis ransomware dapat mencakup elemen browser hijacking, mengambil alih browser pengguna dan menuntut pembayaran tebusan agar pengguna bisa mendapatkan kembali kendali atas browser mereka.

11. Pharming

Jenis ini melibatkan manipulasi tingkat sistem terhadap pengaturan DNS atau cache untuk mengarahkan lalu lintas internet ke situs palsu. Dengan cara ini, penyerang dapat mempengaruhi sejumlah besar pengguna dalam satu jaringan.

Dampak Browser Hijacking

Browser hijacking, sebagai ancaman keamanan internet, dapat memiliki dampak yang signifikan dan merugikan bagi pengguna serta sistem mereka. Berikut adalah penjelasan yang lebih rinci mengenai dampak browser hijacking:

1. Pengurangan Produktivitas

Browser hijacking seringkali mengarahkan pengguna ke situs-situs yang tidak diinginkan atau menampilkan popup iklan yang mengganggu. Ini dapat mengakibatkan pengalaman browsing yang tidak efisien, mengurangi produktivitas, dan menciptakan ketidaknyamanan.

2. Keamanan Terancam

Jika pengguna diarahkan ke situs phishing atau situs web berbahaya, keamanan sistem dan data pengguna dapat terancam. Serangan phishing dapat mencoba mendapatkan informasi login atau data pribadi, sementara situs berbahaya dapat menyebarkan malware.

3. Kehilangan Kontrol atas Data Pribadi

Browser hijacking dapat mencakup pengumpulan data tanpa izin pengguna. Informasi pribadi seperti riwayat pencarian, preferensi browsing, dan data login dapat dikumpulkan dan disalahgunakan, mengancam privasi pengguna.

4. Perubahan Pengaturan Browser

Perubahan pada pengaturan browser, seperti beranda, mesin pencari default, atau ekstensi, dapat merusak pengaturan yang biasanya disukai oleh pengguna. Ini menciptakan rasa kehilangan kontrol dan mungkin memerlukan usaha ekstra untuk mengembalikan pengaturan seperti semula.

5. Pengalihan Ke Situs Berbahaya

Pengalihan ke situs berbahaya atau situs dengan konten yang merugikan dapat mengakibatkan pengguna terkena malware, ransomware, atau penipuan online. Ini menciptakan risiko keamanan yang serius.

6. Gangguan Privasi

Popup iklan yang tidak diinginkan atau perubahan pada pengaturan privasi dapat merusak privasi pengguna. Munculnya iklan yang tidak diinginkan juga dapat memberikan wawasan pribadi kepada pihak yang tidak sah.

7. Ketidakstabilan Browser

Ekstensi atau add-ons yang tidak diinginkan seringkali dapat menyebabkan browser menjadi tidak stabil, menyebabkan crash atau kinerja yang buruk. Hal ini dapat mengganggu pengalaman pengguna secara keseluruhan.

8. Pencurian Informasi Keuangan

Beberapa bentuk browser hijacking dapat mencoba mencuri informasi keuangan pengguna, seperti rincian kartu kredit atau informasi akun bank. Ini meningkatkan risiko pencurian identitas dan kerugian finansial.

9. Risiko Identitas

Dengan adanya pencurian data pribadi, risiko pencurian identitas meningkat. Informasi yang diperoleh dari browser hijacking dapat digunakan untuk melakukan tindakan kriminal atau penipuan dengan identitas korban.

10. Kehilangan Kepercayaan

Pengalaman negatif yang disebabkan oleh browser hijacking dapat menyebabkan pengguna kehilangan kepercayaan terhadap keamanan dan integritas browser mereka. Hal ini dapat menciptakan ketidaknyamanan psikologis dan kekhawatiran saat online.

11. Kerusakan Reputasi

Jika pengguna diarahkan ke situs berbahaya atau terlibat dalam kegiatan merugikan melalui browser hijacking, hal ini dapat merusak reputasi online mereka. Keseluruhan citra dan kepercayaan pengguna dapat terpengaruh.

Baca juga: Spyware adalah: Arti, Cara Kerja, Contoh, Cara Mencegah

Cara Mendeteksi Browser Hijacking

Mendeteksi browser hijacking memerlukan pemahaman mendalam tentang perilaku normal browser Anda dan keberhasilan penyerangan yang mungkin terjadi. Berikut adalah penjelasan lebih rinci mengenai cara mendeteksi browser hijacking:

1. Perubahan Pengaturan Tanpa Izin

Browser hijacking seringkali dimulai dengan perubahan pada pengaturan browser. Ini bisa termasuk beranda yang diubah, mesin pencari default yang diganti, atau penambahan ekstensi yang tidak diinginkan. Pemeriksaan reguler pada pengaturan browser dapat membantu mendeteksi perubahan ini.

2. Kinerja Browser yang Tidak Biasa

Penambahan ekstensi atau add-ons yang tidak sah dapat mempengaruhi kinerja browser. Jika browser menjadi lambat atau sering mengalami crash, ada kemungkinan adanya program yang merugikan yang berjalan di latar belakang.

3. Popup Iklan yang Mengganggu

Penyerang sering menggunakan browser hijacking untuk menampilkan popup iklan yang mengganggu. Jika munculnya iklan tersebut tidak sesuai dengan perilaku normal browser Anda, ini bisa menjadi tanda adanya ancaman.

4. Pengalihan ke Situs yang Tidak Diinginkan

Pengalihan otomatis ke situs-situs tertentu, terutama jika tidak diminta oleh pengguna, dapat menjadi indikasi browser hijacking. Pantau perubahan ini dan identifikasi apakah mereka sesuai dengan preferensi browsing Anda.

5. Penurunan Keamanan atau Waspada Antivirus

Program keamanan, seperti antivirus, sering memberikan peringatan jika terdeteksi adanya ancaman terkait browser hijacking. Perhatikan peringatan ini dan lakukan tindakan yang sesuai.

6. Pemindaian Keamanan

Pemindaian keamanan berkala menggunakan perangkat lunak antivirus atau anti-malware dapat membantu mendeteksi dan menghapus ancaman browser hijacking. Pastikan perangkat lunak keamanan Anda selalu diperbarui.

7. Pemeriksaan Ekstensi dan Add-ons

Lakukan audit terhadap ekstensi atau add-ons yang terinstal di browser Anda. Hapus yang tidak diakui atau mencurigakan. Beberapa ekstensi mungkin menyembunyikan diri atau sulit dihapus, jadi perhatikan dengan seksama.

8. Monitoring Aktivitas Jaringan

Periksa log aktivitas jaringan Anda untuk melihat apakah ada aktivitas yang mencurigakan. Identifikasi alamat IP atau domain yang tidak biasa dan telusuri lebih lanjut jika perlu.

9. Pembaruan Perangkat Lunak

Pastikan browser dan perangkat lunak keamanan Anda selalu diperbarui. Pembaruan terbaru mungkin telah mencakup perbaikan keamanan yang dapat melawan serangan browser hijacking.

10. Pengamatan Terhadap Perubahan yang Tidak Biasa

Penting untuk selalu memantau perubahan atau perilaku yang tidak biasa saat melakukan aktivitas online. Ini bisa termasuk pengalihan tiba-tiba atau perubahan pada tampilan situs web yang biasa Anda kunjungi.

11. Monitor Aktivitas Task Manager

Gunakan Task Manager untuk memantau aktivitas proses dan aplikasi yang berjalan di latar belakang. Identifikasi proses yang mencurigakan atau tidak dikenali dan cari informasi lebih lanjut tentang mereka.

Cara Mencegah Browser Hijacking

Cara Mencegah Browser Hijacking

Mencegah browser hijacking adalah langkah kunci dalam menjaga keamanan dan privasi online. Berikut adalah penjelasan rinci tentang cara mencegah serangan browser hijacking:

1. Perbarui Perangkat Lunak Secara Rutin

Penting untuk menjaga browser, sistem operasi, dan perangkat lunak keamanan Anda selalu diperbarui. Pembaruan ini sering kali mencakup perbaikan keamanan yang dapat mengurangi risiko eksploitasi oleh penyerang.

2. Pilih Ekstensi dengan Bijak

Ekstensi dan add-ons menyediakan fungsionalitas tambahan pada browser, tetapi juga bisa menjadi pintu masuk bagi ancaman. Hanya instal ekstensi dari sumber tepercaya, baca ulasan, dan periksa izin yang diminta sebelum mengizinkan instalasi.

3. Gunakan Perangkat Lunak Keamanan yang Kuat

Instal dan aktifkan perangkat lunak keamanan yang handal. Sistem antivirus, antimalware, dan firewall dapat memberikan perlindungan aktif terhadap serangan browser hijacking.

4. Pantau Aktivitas yang Mencurigakan

Selalu perhatikan perubahan yang mencurigakan pada pengaturan atau perilaku browser Anda. Ini bisa mencakup perubahan beranda, mesin pencari, atau munculnya ekstensi yang tidak diinginkan.

5. Hati-hati Saat Mengklik Tautan

Jangan mengklik tautan dari sumber yang tidak dikenal atau mencurigakan. Serangan phishing seringkali dimulai dengan tautan yang tampaknya tidak mencurigakan. Verifikasi keaslian tautan sebelum mengklik.

6. Gunakan Koneksi HTTPS

Pastikan selalu menggunakan koneksi HTTPS saat berinteraksi dengan situs yang meminta informasi pribadi. Ini membantu melindungi data Anda dari serangan “man-in-the-middle” dan penyadapan data.

7. Aktifkan Fitur Keamanan Browser

Setiap browser umumnya dilengkapi dengan fitur keamanan bawaan seperti anti-phishing, perlindungan malware, dan pemblokiran pop-up. Pastikan fitur ini diaktifkan untuk memberikan lapisan perlindungan ekstra.

8. Baca Ulasan Aplikasi atau Ekstensi

Sebelum menginstal aplikasi atau ekstensi, baca ulasan pengguna dan evaluasi keamanannya. Pastikan tidak ada keluhan serius atau peringatan terkait keamanan sebelum mengizinkan instalasi.

9. Pilih Password yang Kuat

Gunakan kata sandi yang kuat dan berbeda untuk setiap akun online. Ini meminimalkan risiko pencurian identitas dan melindungi informasi login Anda dari serangan.

10. Jangan Gunakan Wi-Fi Publik untuk Aktivitas Sensitif

Hindari melakukan aktivitas online yang sensitif, seperti perbankan online atau login akun kritis, saat menggunakan Wi-Fi publik. Gunakan jaringan virtual pribadi (VPN) untuk enkripsi tambahan.

11. Jangan Izinkan Situs Web Memasang Notifikasi

Notifikasi yang tidak diinginkan dari situs web dapat menjadi sumber gangguan. Batasi izin untuk mengirimkan notifikasi dan hanya aktifkan jika diperlukan.

12. Pemindaian Berkala dengan Perangkat Lunak Keamanan

Lakukan pemindaian rutin dengan perangkat lunak keamanan untuk mendeteksi dan menghapus ancaman. Jadwalkan pemindaian otomatis secara berkala untuk memastikan perlindungan yang konsisten.

13. Pemantauan Aktivitas Jaringan

Perhatikan aktivitas jaringan Anda menggunakan alat atau aplikasi pemantauan. Identifikasi dan telusuri setiap aktivitas mencurigakan yang mungkin terkait dengan browser hijacking.

Kesimpulan

Browser hijacking bukanlah ancaman yang bisa diabaikan. Melalui metode yang terus berkembang, penyerang dapat mencuri informasi sensitif atau merusak pengalaman online pengguna. Penting untuk selalu mempraktikkan keamanan cyber yang baik, mulai dari memilih sumber perangkat lunak yang tepercaya hingga memahami perilaku online yang aman. Dengan langkah-langkah ini, kita dapat menjelajah dunia digital dengan lebih aman dan nyaman.

Pengamanan Sistem IT Menyeluruh dengan Panda Security

Panda Fusion 360 memberikan solusi pengamanan sistem IT yang tak tertandingi. Dengan teknologi mutakhir dan inovasi terdepan, kami adalah pilihan terbaik untuk menjaga privasi dan keamanan data Anda. Berikut adalah beberapa alasan mengapa Anda harus memilih Panda Security:

  1. Anti-Malware Terdepan: Panda Security memiliki teknologi anti-malware terdepan yang melindungi perangkat Anda dari ancaman virus, malware, dan ransomware.
  2. Deteksi Cerdas: Dengan deteksi cerdas, Panda Security dapat mengidentifikasi ancaman dengan akurasi tinggi dan menghapusnya sebelum merusak sistem Anda.
  3. Perlindungan Identitas: Kami memahami betapa berharganya informasi pribadi Anda. Panda Security memberikan perlindungan terbaik untuk menjaga identitas Anda tetap aman saat online.

Dapatkan Perlindungan Maksimal sekaligus Manajemen Patch menjadi satu dengan Panda Fusion 360.

Jadwalkan Demo dan Konsultasi Gratis disini

Baca juga: Spoofing adalah: Arti, Jenis, Dampak, Cara Mencegah


Popular Posts