Rekap Serangan Siber BSSN (Januari-April 2020)

Rekap Serangan Siber BSSN (Januari-April 2020)


Ditengah kesibukan kita mengatasi pandemi virus corona, ternyata banyak terjadi serangan siber yang menyerang komputer-komputer. Hal ini terbukti dari rekap serangan yang telah dirangkum oleh BSSN.

BSSN telah mencatat bahwa telah terjadi 88.414.296 serangan siber telah terjadi sejak 1 januari hingga 12 april 2020.

  • Januari 25.224.811
  • Februari 29.188.645
  • Maret 26.423.989
  • April 7.576.851

 

Serangan terbanyak terjadi pada bulan februari dimana terjadi 29.188.645. Untuk data lebih jelasnya bisa diunduh di laman ini

Hal ini sungguh membahayakan karena ini bisa membuat data-data penting bocor dan dimanfaatkan oleh para peretas untuk dimanipulasi atau dijual ke forum-forum hacker. Oleh sebab itu Panda security menyarankan untuk melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Memastikan untuk menggunakan Antivirus yang dapat mengelola komputer secara terpusat (centralize management), dimanapun dan kapanpun, baik dirumah ataupun kantor.
  2. Jangan gunakan Antivirus biasa. Gunakan Next-Gen Antivirus yang lebih canggih dari Antivirus biasa dalam hal pendeteksian virus, karena mempunyai teknologi khusus untuk mencegah virus yang bersembunyi dan yang berjalan dibelakang program lain yang terlihat aman, seperti Panda Endpoint Protection Plus. PEP Plus adalah Antimalware sekaligus Internet Protection.
  3. Dan untuk keamanan yang lebih tinggi, gunakanlah EDR yang merupakan produk cybersecurity dengan tingkat keamanan tertinggi. Panda Adaptive Defense adalah EDR yang mampu menangkal  jenis virus dan malware yang paling berbahaya, seperti Ransomware yang belum dikenal, Fileless attack, Zero-day Exploit, dan APT (Advanced Presistent Threat).
  4. Bahkan, untuk keamanan yang benar-benar menyeluruh, gunakanlah Antivirus+EDR, sehingga mampu menangkal seluruh virus dari manapun. Panda Adaptive Defense 360 adalah satu-satunya produk Cybersecurity di dunia yang menyatukan solusi Antivirus & EDR dalam satu installer. Panda AD 360 mempunyai kemampuan Artificial Intelligence, Big Data Analysis, dan Threat Hunting, sehingga mampu mengklasifikasikan 99,99% dari seluruh malware yang ada secara realtime, dan mematikannya bahkan sebelum malware sempat bergerak. Dengan produk ini, kesempatan device terkena suatu serangan tinggal sebesar 0,01%.
  5. Memastikan firewall dan antivirus berfungsi dengan baik.
  6. Gunakan VPN untuk pengamanan jaringan.
  7. Tidak asal mengunduh file apalagi dari situs yang tidak terpercaya.
  8. Membackup data setiap harinya.
  9. Hindari program bajakan, crack dll.
  10. Membuat password dengan kombinasi yang kuat.
  11. Gunakan software untuk update patch secara berkala.
  12. Kelola penggunaan flashdisk atau hardisk external.

Next Post
Sertifikasi Gold Anti-Malware dari OPSWAT, untuk Produk EDR dan EPP…